Banjarmasin – Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional. Pada ajang Scientific Competition of Internal Medicine (SCIM), sebuah kompetisi ilmiah bergengsi antar Program Studi Spesialis Penyakit Dalam se-Indonesia dan Cabang Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) se-Indonesia, tim PPDS Ilmu Penyakit Dalam FKIK ULM berhasil meraih juara 2. Kompetisi ini merupakan bagian dari rangkaian acara Pertemuan Ilmiah Nasional (PIN) PAPDI XXI yang diselenggarakan di Banjarmasin pada 4-6 Oktober 2024.
SCIM adalah kompetisi yang diadakan untuk menguji wawasan ilmiah, keterampilan klinis, serta kemampuan analitis para peserta yang berasal dari berbagai institusi pendidikan spesialis penyakit dalam di seluruh Indonesia. Ajang ini berlangsung selama tiga hari di Ballroom Hotel Fugo, Banjarmasin, dengan suasana kompetitif dan penuh semangat.
Dalam kompetisi tersebut, PPDS Ilmu Penyakit Dalam FKIK ULM mengirimkan dua tim, yaitu tim ULM-1 dan tim ULM-2. Tim ULM-1 terdiri dari dr. Ilham Rianda, dr. Felix Hariyanto Salim, dan dr. Kristianto Cahyadi. Sedangkan tim ULM-2 diwakili oleh dr. Julius Henry Banjuradja, dr. Venna Febrian Kusmaningrum, dan dr. Imelda Nita Saputri. Kedua tim tersebut bersaing ketat dengan tim-tim lain dari seluruh Indonesia, termasuk tim-tim kuat dari universitas-universitas besar.
Kompetisi SCIM ini dibagi dalam beberapa babak, yaitu babak penyisihan yang diadakan pada Jumat pagi, babak semifinal pada Sabtu pagi, dan babak final yang berlangsung pada Minggu malam. Tim ULM-1 berhasil melaju hingga babak final setelah melewati persaingan ketat dalam babak penyisihan dan semifinal. Di babak final, tim ULM-1 berhadapan dengan tim-tim terbaik dari berbagai universitas, termasuk dua tim dari Universitas Airlangga (UNAIR).
Pada babak final, persaingan berlangsung sangat ketat. Kejar-mengejar poin antara tim ULM-1 dan tim UNAIR-1 menjadi momen yang menegangkan. Sayangnya, di babak akhir, tim UNAIR-1 berhasil unggul dan tidak terkejar, menjadikan mereka juara pertama SCIM kali ini. Tim ULM-1 harus puas meraih posisi juara kedua, sementara posisi ketiga diraih oleh tim UNAIR-2. Meski demikian, pencapaian sebagai juara kedua di ajang sebesar ini tetap menjadi prestasi yang sangat membanggakan.
Koordinator Program Studi PPDS Ilmu Penyakit Dalam FKIK ULM, Dr. dr. Muh. Darwin Prenggono, Sp.PD, K-HOM, FINASIM, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas prestasi yang diraih oleh para peserta. Menurutnya, pencapaian ini menunjukkan bahwa PPDS Ilmu Penyakit Dalam FKIK ULM mampu bersaing di tingkat nasional dan terus menunjukkan kualitas akademis dan profesional yang tinggi. “Kami sangat bersyukur dan bangga dengan capaian ini. Tim ULM telah menunjukkan semangat dan kompetensi yang luar biasa di ajang SCIM ini,” ujarnya.
Selain itu, kabar yang lebih menggembirakan datang dari kompetisi SCIM antar Cabang PAPDI. PAPDI Cabang Kalimantan Selatan berhasil meraih juara pertama, mengalahkan cabang-cabang PAPDI lain dari seluruh Indonesia. Prestasi ini menambah kebahagiaan dan kebanggaan keluarga besar PAPDI Kalimantan Selatan. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa kualitas pendidikan dan pelatihan di bidang Ilmu Penyakit Dalam di Kalimantan Selatan, baik di tingkat akademis maupun organisasi profesional, terus berkembang dan diakui di tingkat nasional, karena semua anggota tim PAPDI Cabang Kalimantan Selatan yang ini merupakan lulusan Prodi PPDS Ilmu Penyakit Dalam FKIK ULM.
Pertemuan Ilmiah Nasional (PIN) PAPDI XXI sendiri merupakan ajang tahunan yang mempertemukan para ahli penyakit dalam dari seluruh Indonesia. Selain kompetisi SCIM, acara ini juga diisi dengan berbagai sesi ilmiah, diskusi, dan presentasi penelitian terbaru di bidang penyakit dalam. Acara ini menjadi wadah bagi para dokter spesialis penyakit dalam untuk saling berbagi ilmu, memperbarui pengetahuan, dan menjalin hubungan profesional antar sesama praktisi.
Dengan pencapaian tim ULM sebagai juara kedua di SCIM antar prodi se Indonesia dan PAPDI Cabang Kalimantan Selatan sebagai juara pertama di kompetisi antar cabang, FKIK ULM dan Kalimantan Selatan telah menunjukkan bahwa mereka memiliki kualitas dan potensi besar di bidang Ilmu Penyakit Dalam. Prestasi ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa dan para spesialis muda untuk terus mengembangkan diri, berkontribusi dalam dunia medis, serta membawa nama baik daerah dan institusi di tingkat nasional.
| Nama Penulis | : Fauzan Rivazie, S.Kom |
| Program Studi | : Spesialis Ilmu Penyakit Dalam |
| Nama Editor | : Noor Diani, Ns, M.Kep, Ns. Sp.Kep.MB |
| Tanggal Penulisan | : 10 Oktober 2024 |


