Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Keren! Duta GenRe Banjar 2025 Bekali Siswa SMPN 3 Martapura Pengetahuan Pendewasaan Usia Perkawinan

Home⬤Berita⬤Keren! Duta GenRe Banjar 2025 Bekali Siswa SMPN 3 Martapura Pengetahuan Pendewasaan Usia Perkawinan
3Aug

Martapura, 1 Agustus 2025 – Duta Generasi Berencana (GenRe) Kabupaten Banjar 2025, Gusti Al-Azmi Akhmad Ridani dan Nuraida Keisya Filsahani, baru-baru ini menggelar kegiatan edukasi bertajuk “GenRe in Action: Aksi Duta GenRe dalam Edukasi Pendewasaan Usia Perkawinan” di aula SMPN 3 Martapura. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman remaja tentang pentingnya mempersiapkan diri sebelum menikah, demi masa depan yang lebih matang. 

Sebagai informasi tambahan, kedua Duta GenRe ini adalah mahasiswa/i Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Lambung Mangkurat. Latar belakang pendidikan ini tentu memperkuat kompetensi mereka dalam menyampaikan isu-isu kesehatan dan perencanaan keluarga kepada generasi muda. 

Acara ini merupakan hasil kolaborasi apik antara Duta GenRe dan GenRe Indonesia Cabang (GIC) Kabupaten Banjar, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kabupaten Banjar, serta pihak SMPN 3 Martapura. Tujuannya jelas, yakni mendukung program Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melalui sosialisasi Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), sekaligus memperkuat peran Duta GenRe dalam menyampaikan isu-isu penting seputar remaja. 

Duta GenRe sendiri adalah remaja atau pemuda yang dipilih untuk menjadi role model dan motivator bagi teman-temannya dalam perencanaan kehidupan berkeluarga. Mereka aktif 

mengampanyekan pentingnya menunda usia perkawinan, menghindari seks pra-nikah, dan menjauhi napza. 

Dalam pemaparannya, Azmi dengan lugas menekankan bahwa Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) adalah kunci untuk menekan angka pernikahan dini dan mengendalikan laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Banjar. 

Sebagai informasi, pernikahan dini adalah pernikahan yang dilakukan oleh individu di bawah usia ideal yang direkomendasikan, yaitu di bawah 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki. Pernikahan di usia muda ini dapat membawa berbagai dampak negatif, mulai dari risiko kesehatan bagi ibu dan anak, putus sekolah, hingga kerentanan terhadap kekerasan dalam rumah tangga. 

“Usia ideal pernikahan adalah 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki,” jelas Azmi. Menurutnya, di usia tersebut, kematangan fisik, mental, ekonomi, dan spiritual seseorang lebih terjamin untuk membangun keluarga. 

“Menikah bukan perlombaan, tetapi keputusan besar yang butuh persiapan matang,” tegas Azmi. Ia menambahkan, “Fisik yang matang, mental yang stabil, dan ekonomi yang cukup adalah modal utama untuk membangun keluarga yang harmonis.” Ia juga memperkenalkan konsep ‘Tahun Madu’, yaitu menunda kehamilan minimal satu tahun setelah menikah, sebagai bagian dari perencanaan keluarga yang sehat. 

Senada dengan Azmi, Aida menyoroti pentingnya pemahaman alat kontrasepsi bagi pasangan yang sudah menikah. “Dengan mengenal kontrasepsi, pasangan bisa menunda atau menjarangkan kehamilan, sehingga punya waktu mempersiapkan diri secara mental, finansial, dan fisik. Ini juga mengurangi risiko kesehatan bagi ibu dan anak,” urai Aida, menjelaskan manfaat pentingnya perencanaan kehamilan. 

Agar materi tersampaikan dengan lebih menarik, kegiatan ini dilengkapi dengan pemutaran film pendek dan pembagian poster yang disambut antusias oleh para siswa. Media visual ini terbukti sangat membantu siswa memahami isu PUP secara lebih mendalam. 

Kepala SMPN 3 Martapura, Ibu Fitri Jamilah, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kegiatan ini. Ia berharap ilmu yang didapat siswa dapat disebarkan kepada teman-teman lainnya. “Usia SMP adalah masa peralihan dari anak-anak ke remaja. Mereka butuh pendampingan agar tidak terjerumus dalam pernikahan dini. Semoga sosialisasi ini memberi bekal pengetahuan dan memotivasi mereka untuk merencanakan masa depan dengan lebih baik,” tuturnya. 

Pembina PIK-R SMPN 3 Martapura juga menyampaikan terima kasih atas kolaborasi penyuluhan ini. “Kami sangat berterima kasih kepada Dinas Sosial dan Duta GenRe atas inisiatifnya,” ujarnya, menilai kerja sama ini sangat efektif dalam memberikan pemahaman mengenai Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) kepada siswa. 

Melalui kegiatan ini, diharapkan remaja di Kabupaten Banjar semakin sadar akan pentingnya merencanakan pernikahan di usia yang tepat demi terwujudnya generasi yang sehat dan berkualitas. Dengan semangat kolaborasi dan edukasi, Duta GenRe Kabupaten Banjar terus berkomitmen untuk membangun generasi muda yang cerdas, sehat, dan siap menghadapi masa 

depan. Mari bersama-sama wujudkan pernikahan yang matang dan keluarga harmonis demi kemajuan bangsa!