Desa Maritim Simpang Warga – Dalam rangka melaksanakan kegiatan awal pemberdayaan masyarakat serta meningkatkan kapasitas organisasi kemahasiswaan. Tim Pelaksana Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK ORMAWA) dari Team of Emergency Nursing (TENSI) Program Studi Keperawatan FKIK Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melakukan kegiatan awal yaitu edukasi Keselamatan dan Pelatihan Kegawatdaruratan di Desa Simpang Warga, Kecamatan Aluh-aluh, Kabupaten Banjar, pada Jum’at (08/8/2025).

Kegiatan ini merupakan bentuk nyata Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK ORMAWA) TENSI PSKep FKIK ULM dalam mendukung pemberdayaan masyarakat Desa Simpang Warga melalui peningkatan kapasitas warga dalam menghadapi situasi darurat dan bencana, terutama yang berhubungan dengan aktivitas di perairan.
Kegiatan ini mengusung tema “Edukasi Keselamatan dan Pelatihan Kegawatdaruratan”, dengan tujuan memberikan pemahaman dasar kepada warga terkait keselamatan kerja di wilayah perairan, serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan, seperti insiden tenggelam, kecelakaan kerja, maupun situasi kegawatdaruratan lain yang dapat terjadi secara tiba-tiba.
Kegiatan dibuka dengan sesi edukasi oleh narasumber dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS), yaitu Bapak Ade Ary Wibowo yang membawakan materi “Edukasi Keselamatan Kerja dan Mitigasi Bencana”. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan pentingnya memahami risiko kerja di lingkungan perairan serta memberikan tips keselamatan, termasuk penggunaan alat pelindung diri (APD), upaya penyelamatan diri saat kecelakaan air dan mitigasi sederhana yang bisa dilakukan oleh masyarakat nelayan.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi kedua oleh Bapak Diyan Muhammad Rosyad Solih Almujahidi, yang menyampaikan materi “Bantuan Hidup Dasar & Resusitasi Jantung Paru (RJP)”. Materi ini mencakup langkah-langkah pemberian pertolongan pertama pada korban henti napas atau henti jantung dengan penjelasan teknis tentang RJP.
Tidak hanya penyampaian materi secara lisan, pemateri juga melakukan praktik langsung mengenai teknik Resusitasi Jantung Paru (RJP) kepada warga Desa Simpang Warga. Dalam praktik tersebut, warga diperlihatkan langkah-langkah mulai dari pengecekan kesadaran korban, panggilan bantuan, hingga tahapan kompresi dada yang efektif dengan bantuan alat peraga. Kegiatan ini dilakukan dengan pendekatan partisipatif di mana warga juga diberi kesempatan untuk mencoba teknik tersebut secara langsung dengan pendampingan instruktur sehingga meningkatkan pemahaman warga.

Kegiatan ini berjalan dengan tertib dan lancar. Partisipasi masyarakat sangat tinggi, ditandai dengan para warga yang semangat dalam mengikuti simulasi. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan warga, tetapi juga membentuk kesiapan mental dan fisik masyarakat Desa Simpang Warga dalam menghadapi situasi darurat di lingkungan sekitar.
Diharapkan melalui kegiatan ini, masyarakat memiliki kemampuan dasar dalam mencegah, merespons, dan menangani insiden tenggelam maupun kondisi kegawatdaruratan serta mampu menularkan ilmu tersebut kepada anggota keluarga dan komunitas sekitarnya. (SNA)
