Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Kader Sigap Stroke: Kenali, Cegah, dan Tangani Stroke dengan Cepat dan Tepat

Home⬤Berita⬤<a></a><strong>Kader Sigap Stroke: Kenali, Cegah, dan Tangani Stroke dengan Cepat dan Tepat</strong>
29Jun

Pendidikan Kesehatan bagi Kader Desa Antasan Senor Ilir dalam Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) 2026

Penyampaian Materi Pendidikan Kesehatan oleh Ns. Bernadetta Germia Aridamayanti, S.Kep., M.Kep.

Upaya meningkatkan kapasitas kader kesehatan di tingkat desa terus dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Lambung Mangkurat melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) Tahun 2026. Salah satu rangkaian program tersebut diwujudkan melalui kegiatan pendidikan kesehatan bertajuk “Kader Sigap Stroke: Kenali, Cegah, dan Tangani Stroke dengan Cepat dan Tepat” yang diselenggarakan pada 27–28 Juni 2026 di Desa Antasan Senor Ilir, Kecamatan Martapura Timur.

Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat pengetahuan kader mengenai stroke sehingga mereka mampu berperan sebagai ujung tombak edukasi kesehatan di masyarakat. Melalui peningkatan pemahaman mengenai pencegahan, deteksi dini, hingga penanganan awal stroke, kader diharapkan dapat membantu menurunkan risiko keterlambatan penanganan yang sering menjadi penyebab kecacatan maupun kematian akibat stroke.

Acara dibuka secara resmi oleh Bapak Ahmadi selaku Sekretaris Desa Antasan Senor Ilir. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada Tim PPK Ormawa HIMA Jurusan Keperawatan FKIK ULM atas inisiatif menghadirkan kegiatan edukasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Menurut beliau, kader kesehatan memiliki peran penting sebagai penghubung informasi kesehatan antara tenaga kesehatan dan masyarakat sehingga peningkatan kapasitas kader perlu terus dilakukan secara berkelanjutan.

Para Kader dalam Pengerjaan Soal Pre-Test

Rangkaian kegiatan hari pertama, Sabtu, 27 Juni 2026, diawali dengan pelaksanaan pretest sebagai gambaran awal tingkat pengetahuan peserta mengenai stroke. Selanjutnya, Ns. Bernadetta Germia Aridamayanti, S.Kep., M.Kep. menyampaikan materi mengenai pentingnya pencegahan stroke melalui pengendalian faktor risiko, seperti hipertensi, diabetes melitus, merokok, kurang aktivitas fisik, hingga pola makan yang tidak sehat. Selain itu, peserta juga dikenalkan dengan metode FAST (Face, Arms, Speech, Time) sebagai cara sederhana untuk mengenali gejala stroke sedini mungkin sehingga penderita dapat segera memperoleh pertolongan medis.

Penyampaian materi berlangsung komunikatif dengan melibatkan peserta dalam berbagai diskusi dan tanya jawab. Antusiasme kader terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, terutama mengenai pengalaman menghadapi warga yang mengalami gejala stroke serta langkah yang sebaiknya dilakukan sebelum pasien mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan.

Memasuki hari kedua, Minggu, 28 Juni 2026, kegiatan difokuskan pada penguatan pemahaman mengenai penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai salah satu upaya mencegah penyakit tidak menular, termasuk stroke. Materi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai pentingnya golden period dalam penanganan stroke, yaitu waktu terbaik untuk memperoleh penanganan medis agar kerusakan jaringan otak dapat diminimalkan. Peserta juga memperoleh penjelasan mengenai langkah pertolongan pertama yang harus dilakukan ketika menemukan seseorang dengan dugaan stroke sebelum dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Tidak hanya menerima materi, para kader juga diajak menganalisis berbagai situasi yang mungkin terjadi di lingkungan masyarakat. Diskusi berlangsung aktif karena peserta mengaitkan materi dengan kondisi nyata yang mereka temui di desa, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan mudah dipahami.

Sebagai bentuk apresiasi atas semangat belajar para kader, panitia memberikan hadiah kepada peserta yang aktif selama sesi diskusi maupun mampu menjawab pertanyaan dari narasumber. Momen tersebut menjadi penutup rangkaian kegiatan edukasi yang berlangsung dalam suasana hangat, interaktif, dan penuh semangat kebersamaan.

Penyerahan Hadiah kepada Kader Desa Antasan Senor Ilir, Kecamatan Martapura Timur.

Melalui kegiatan ini, kader kesehatan Desa Antasan Senor Ilir diharapkan semakin siap menjadi penyebar informasi kesehatan di lingkungan masing-masing. Pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta diteruskan kepada masyarakat agar semakin banyak warga yang memahami cara mencegah stroke, mengenali gejalanya sejak dini, dan memberikan pertolongan awal secara tepat.

“Stroke merupakan kondisi kegawatdaruratan yang membutuhkan penanganan cepat. Melalui kegiatan ini, kami berharap kader tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kesiapan untuk mengenali gejala stroke, memberikan edukasi kepada masyarakat, dan mendorong pasien segera mendapatkan pertolongan medis. Dengan demikian, kader dapat menjadi mitra strategis dalam upaya pencegahan dan penanganan stroke di tingkat desa,” ujar Ronald Januarta J. Deni, Ketua Pelaksana PPK Ormawa 2026.

Senada dengan hal tersebut, Bapak Ahmadi, Sekretaris Desa Antasan Senor Ilir, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat yang nyata bagi para kader. Menurut beliau, materi yang disampaikan mudah dipahami karena dikemas secara interaktif dan sesuai dengan kondisi yang sering ditemui di masyarakat. Beliau berharap pengetahuan yang diperoleh para kader dapat diteruskan kepada warga sehingga semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya mengenali gejala stroke dan segera mencari pertolongan ketika menemukannya.

Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan kader kesehatan, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di masyarakat. Dengan meningkatnya kapasitas kader, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan stroke serta pentingnya penanganan yang cepat dan tepat akan semakin meningkat.

Leave a reply