Pendidikan Kesehatan bagi Masyarakat Desa Antasan dalam Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) 2026
Himpunan Mahasiswa Jurusan Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Lambung Mangkurat melaksanakan kegiatan pendidikan kesehatan kepada masyarakat melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) 2026 dengan mengusung tema “Antasan TOGA Stroke Care: Pemanfaatan Bawang Dayak sebagai Tanaman Obat Keluarga untuk Mendukung Pencegahan Faktor Risiko Stroke.”

Sesi pemberian materi oleh Riska Awaliya Putri, S.P., M.Sc.
Kegiatan hari pertama dilaksanakan pada Jumat, 14 Agustus 2026 di Balai Desa Antasan Senor Ilir, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA), khususnya Bawang Dayak, sebagai salah satu upaya pendukung dalam mencegah faktor risiko stroke melalui penerapan gaya hidup sehat.
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan dan sambutan dari Bapak Ahmadi selaku Sekretaris Desa Antasan Senor Ilir. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada Tim PPK Ormawa HIMA Jurusan Keperawatan FKIK Universitas Lambung Mangkurat yang telah menghadirkan edukasi kesehatan berbasis potensi lokal. Menurut beliau, pemanfaatan tanaman obat keluarga merupakan langkah yang baik dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan.
Materi kemudian disampaikan oleh Riska Awaliya Putri, S.P., M.Sc. yang membahas pengertian Tanaman Obat Keluarga (TOGA), kandungan senyawa aktif pada Bawang Dayak, manfaatnya sebagai antioksidan dan pendukung kesehatan pembuluh darah, teknik budidaya di pekarangan rumah, serta aturan konsumsi herbal yang aman. Materi disampaikan secara komunikatif dan interaktif sehingga peserta dapat memahami cara pemanfaatan Bawang Dayak secara tepat sebagai tanaman obat keluarga. Narasumber juga menekankan bahwa penggunaan Bawang Dayak berfungsi sebagai terapi pendukung dan bukan sebagai pengganti pengobatan medis yang diberikan oleh tenaga kesehatan.
Masyarakat Desa Antasan Senor Ilir menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Hal tersebut terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan peserta mengenai cara budidaya, pengolahan, hingga pemanfaatan Bawang Dayak dalam kehidupan sehari-hari. Diskusi yang berlangsung memberikan kesempatan bagi peserta untuk memahami manfaat tanaman herbal berdasarkan informasi yang benar dan ilmiah.
“ Antusiasme masyarakat pada hari pertama sangat baik. Kami berharap melalui edukasi ini masyarakat tidak hanya mengetahui manfaat Bawang Dayak, tetapi juga mampu membudidayakan dan memanfaatkannya dengan benar sebagai salah satu upaya menjaga kesehatan dan mencegah faktor risiko stroke,” ujar Ronald Januarta J. Deni selaku Ketua Pelaksana PPK Ormawa 2026.
Selain sesi penyampaian materi, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk berdiskusi secara langsung dengan narasumber mengenai pemanfaatan Bawang Dayak sebagai Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Interaksi yang terjalin memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh informasi mengenai teknik budidaya, cara pengolahan, serta pemanfaatan Bawang Dayak yang aman sebagai upaya mendukung pencegahan faktor risiko stroke.
Bapak Ahmadi selaku Sekretaris Desa Antasan Senor Ilir turut memberikan tanggapan positif terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Menurut beliau, edukasi mengenai pemanfaatan tanaman obat keluarga sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan baru kepada masyarakat mengenai potensi tanaman lokal yang dapat dibudidayakan dan dimanfaatkan secara mandiri untuk menjaga kesehatan keluarga.
“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakat karena memberikan wawasan baru mengenai pemanfaatan Bawang Dayak sebagai Tanaman Obat Keluarga. Materi yang disampaikan mudah dipahami dan dapat langsung diterapkan oleh masyarakat, mulai dari cara menanam, mengolah, hingga mengonsumsi Bawang Dayak dengan benar. Kami berharap kegiatan edukasi seperti ini dapat terus dilaksanakan sehingga masyarakat semakin sadar akan pentingnya memanfaatkan potensi tanaman lokal sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan dan mencegah penyakit,” ujar Bapak Ahmadi, Sekretaris Desa Antasan Senor Ilir.
Melalui kegiatan Antasan TOGA Stroke Care, diharapkan masyarakat Desa Antasan Senor Ilir semakin memahami pentingnya pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA), khususnya Bawang Dayak, sebagai salah satu upaya pendukung dalam menjaga kesehatan dan mencegah faktor risiko stroke. Dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai manfaat, cara budidaya, pengolahan, dan aturan konsumsi yang aman, diharapkan masyarakat mampu menerapkan pemanfaatan TOGA secara mandiri di lingkungan rumah tangga serta menjadikannya sebagai bagian dari budaya hidup sehat yang berkelanjutan.

Leave a reply