Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

PDWA : Program Edukasi Cerdas Memilih Makanan Untuk Mencegah Anemias Remaja Puteri

Home⬤Berita⬤PDWA : Program Edukasi Cerdas Memilih Makanan Untuk Mencegah Anemias Remaja Puteri
29Aug

Banjarmasin, 29-08-2025 – Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan ULM melalui program dosen wajib mengabdi ( PDWA ) menyelenggarakan pengabdian masyarakat pada MTSN 2 Banjarmasin. bersama tim PDWA dr. Wulandewi Marhaeni, Sp.A, Subsp. H.Onk., dr. Selli Muljanto, Sp.A, Subsp. Nefro, dr. Khairiyadi, M.Kes, Sp.A, Subsp. Respi., dr. Priyanti Kisworini, M.Kes, Sp.A, Subsp. A.Im., dr. Indra Widjaja Himawan, Sp.A, Subsp. Endo.

MTSN 2 Banjarmasin sebagai salah satu sekolah menengah tingkat pertama yang berada di kota Banjarmasin. Kejadian anemia pada siswi kelas IX MTSN 2 Banjarmasin pada tahun 2024 adalah sebesar 33,7%. Berdasarkan wawancara dengan kepala madrasah MTSN 2 Banjarmasin, siswi yang suka makan sayur hanya 40%. Hal ini menunjukkan bahwa pola makan remaja putri di MTSN 2 Banjarmasin belum sesuai dengan prinsip gizi seimbang.

Kejadian anemia pada remaja putri sampai saat ini masih cukup tinggi. Data Riskesdas 2018 menyebutkan prevalensi anemia pada umur 15-24 tahun sebesar 32%, artinya 3 sampai 4 dari 10 remaja menderita anemia. Faktor penyebab utama anemia pada remaja putri meliputi pola makan yang tidak seimbang, rendahnya konsumsi makanan kaya zat besi, dan kebiasaan mengonsumsi minuman yang menghambat penyerapan zat besi seperti teh dan kopi.

Kasus anemia masih menjadi masalah kesehatan yang kerap dialami remaja puteri di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, lebih dari 30% remaja puteri mengalami anemia akibat kekurangan zat besi. Kondisi ini dapat berdampak serius, mulai dari menurunnya konsentrasi belajar hingga risiko kesehatan jangka panjang.

Untuk mencegah hal tersebut, para ahli gizi menekankan pentingnya edukasi tentang memilih makanan yang tepat. Remaja puteri dianjurkan lebih cerdas dalam mengatur pola makan sehari-hari dengan memperhatikan asupan gizi seimbang.

“Zat besi, protein, vitamin C, dan asam folat adalah nutrisi penting yang harus dipenuhi. Misalnya dengan mengonsumsi daging, ikan, hati ayam, sayuran hijau, kacang-kacangan, serta buah-buahan segar,” jelas dr. Rini Astuti, ahli gizi masyarakat. Selain itu, kebiasaan mengonsumsi minuman bersoda, kopi, dan teh berlebihan juga perlu dihindari, karena dapat menghambat penyerapan zat besi. Edukasi mengenai hal ini diharapkan bisa dilakukan sejak dini, baik melalui sekolah maupun keluarga.

Program pencegahan anemia juga kini tengah digalakkan di berbagai sekolah, salah satunya melalui pembagian tablet tambah darah (TTD) serta penyuluhan gizi. Diharapkan dengan langkah ini, remaja puteri dapat tumbuh lebih sehat, berprestasi, dan terhindar dari risiko anemia.