Banjarbaru – Sebuah inovasi menarik lahir dari tangan-tangan kreatif mahasiswa Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Tim mahasiswa yang terdiri dari Arista Dwi Anggraini sebagai ketua, bersama Innayah Wulandari dan Fadhillah sebagai anggota, berhasil menciptakan produk lilin aromaterapi bernama Ochibaphy. Produk ini merupakan hasil inovasi yang menggabungkan kearifan lokal berupa pemanfaatan daun kemangi dengan teknologi modern.
Di bawah bimbingan Hery Wibowo, S.Kep., Ns., M.Kep, dosen pendamping Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K), tim ini berhasil mendapatkan pendanaan dari Belmawa untuk mengembangkan produk Ochibaphy. Keunikan produk ini terletak pada penggunaan ekstrak dan minyak atsiri dari daun kemangi yang dikenal memiliki berbagai manfaat Kesehatan yang bisa mengurangi insomnia.
“Kami terinspirasi untuk menciptakan produk yang tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan, tetapi juga ramah lingkungan dan memanfaatkan potensi lokal,” ujar Arista Dwi Anggraini, ketua tim PKM-K Ochibaphy. “Kemangi dipilih karena tanaman ini mudah ditemui di sekitar kita dan memiliki banyak khasiat yang belum banyak dieksplor dalam bentuk produk aromaterapi.”
Lilin aromaterapi Ochibaphy diklaim memiliki beberapa keunggulan dibandingkan produk sejenis di pasaran. Selain menggunakan bahan alami, proses produksinya juga menerapkan standar keamanan yang ketat. “Kami sangat memperhatikan aspek keamanan dan kualitas produk. Setiap tahap produksi dilakukan dengan teliti untuk memastikan bahwa Ochibaphy aman digunakan dan memberikan manfaat optimal,” tambah Innayah Wulandari, salah satu anggota tim.
Hery Wibowo, S.Kep., Ns., M.Kep, selaku dosen pendamping, menyatakan bahwa inovasi ini merupakan contoh nyata bagaimana mahasiswa dapat berkontribusi dalam mengembangkan produk yang bermanfaat bagi masyarakat. “Saya sangat bangga dengan kreativitas dan dedikasi tim ini. Mereka tidak hanya menciptakan produk, tetapi juga melakukan riset mendalam tentang manfaat kemangi dan teknik pembuatan lilin aromaterapi yang aman,” jelasnya.
Ochibaphy dikembangkan melalui serangkaian penelitian dan uji coba. Tim mahasiswa ini melakukan studi literatur tentang manfaat kemangi, teknik ekstraksi minyak atsiri, serta formulasi yang tepat untuk menciptakan lilin aromaterapi yang efektif. “Kami melakukan berbagai eksperimen untuk mendapatkan komposisi yang tepat antara lilin, ekstrak kemangi, dan minyak atsiri. Tujuannya adalah menghasilkan aroma yang menenangkan dan memberikan efek relaksasi optimal,” jelas Fadhillah, anggota tim lainnya.
Produk ini juga mendapatkan respon positif dari berbagai pihak. Agianto,S.Kep.,Ns.,M.N.S.,Ph.D, Kaprodi PS Keperawatan FKIK ULM, menyambut baik inovasi ini. “Ini adalah bukti nyata bahwa mahasiswa kita mampu berinovasi dan menciptakan produk yang memiliki nilai tambah. Ochibaphy tidak hanya menjadi solusi alternatif untuk relaksasi an insomnia, tetapi juga membuka peluang wirausaha bagi mahasiswa,” ujarnya.
Sementara itu beliau juga menyatakan bahwa inovasi seperti Ochibaphy sejalan dengan visi universitas untuk menghasilkan lulusan yang kreatif dan inovatif. “Kami berharap inovasi ini dapat terus dikembangkan dan bahkan dijadikan Hak kekayaan intelektual sebagai produk unggulan” tambahnya.
Keberhasilan tim Ochibaphy dalam mendapatkan pendanaan PKM-K juga membuka peluang bagi pengembangan produk ini ke tahap yang lebih lanjut. Rencananya, tim akan melakukan uji pasar dan mengembangkan strategi pemasaran yang efektif. “Kami berencana untuk memperkenalkan Ochibaphy ke pasar yang lebih luas, tidak hanya di Kalimantan Selatan, tetapi juga ke seluruh Indonesia,” ungkap Arista.
Potensi pasar untuk produk aromaterapi seperti Ochibaphy cukup menjanjikan. Menurut data dari Kementerian Perindustrian, industri aromaterapi di Indonesia mengalami pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan mental dan kebutuhan akan produk relaksasi yang aman dan alami.
“Kami melihat ada peluang besar untuk produk seperti Ochibaphy. Masyarakat semakin sadar akan pentingnya relaksasi,insomnia dan penggunaan produk alami. Lilin aromaterapi berbahan dasar kemangi ini bisa menjadi alternatif yang menarik,” komentar Wakil Dekan 3 Kemahasiswaan Bapak Fauzi Rahman,SKM,MPH, sekaligus seorang ahli kesehatan masyarakat dari FKIK UM.
Selain aspek kesehatan, Ochibaphy juga memiliki potensi untuk mendukung ekonomi lokal. Penggunaan bahan baku kemangi lokal dapat membuka peluang kerjasama dengan petani setempat. “Ke depannya, kami berharap dapat bekerjasama dengan petani kemangi di sekitar Banjarmasin. Ini akan menjadi bentuk pemberdayaan ekonomi lokal,” jelas Hery Wibowo,S.Kep.,Ns.,M.Kep.
Banyak fihak menyatakan dukungannya terhadap pengembangan produk ini. “Kami sangat mendukung inovasi yang dapat meningkatkan kesehatan masyarakat. Ochibaphy bisa menjadi produk unggulan Kalimantan Selatan di bidang kesehatan,” kata beberapa orang ahli kesehatan di FKIK ULM.
Ke depannya, tim Ochibaphy berencana untuk terus melakukan pengembangan produk. Mereka juga akan melakukan edukasi kepada masyarakat tentang manfaat aromaterapi dan penggunaan produk alami untuk kesehatan. “Kami tidak hanya ingin menjual produk, tetapi juga ingin mengedukasi masyarakat tentang pentingnya relaksasi dan penggunaan bahan-bahan alami untuk kesehatan,” tutup Arista.
Inovasi Ochibaphy menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia memiliki potensi besar untuk menciptakan produk yang tidak hanya inovatif, tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat. Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan produk ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat serta ekonomi lokal.
